Kamis, 12 Januari 2012

materi v-class


Keamanan database

Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan.








 









































Penyalahgunaan Database :
  1. Tidak disengaja, jenisnya :
    1. kerusakan selama proses transaksi
    2. anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
    3. anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
    4. logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database.
  2. Disengaja, jenisnya :
    1. Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
    2. Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
    3. Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.

Tingkatan Pada Keamanan Database :
  1. Fisikal à lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik terhadap serangan perusak.
  2. Manusia à wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
  3. Sistem Operasi à Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan akses jarak jauh.
  4. Sistem Database à Pengaturan hak pemakai yang  baik.

 























Keamanan Data :
1. Otorisasi :
  • Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem atau obyek database
  • Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
  • Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
  • Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
  • Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.

2. Tabel View :
  • Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
  • Contoh pada Database relasional, untuk pengamanan dilakukan beberapa level :
1.      Relasi à pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi
2.      View à pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terapat pada view
3.      Read Authorization à pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
4.      Insert Authorization à pengguna diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
5.      Update Authorization à pengguna diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
6.      Delete Authorization à pengguna diperbolehkan menghapus data.

  • Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan :
1.      Index Authorization à pengguna diperbolehkan membuat dan menghapus index data.
2.      Resource Authorization à pengguna diperbolehkan membuat relasi-relasi baru.
3.      Alteration Authorization à pengguna diperbolehkan menambah/menghapus atribut suatu relasi.
4.      Drop Authorization à pengguna diperbolehkan menghapus relasi yang sudah ada.

  • Contoh perintah menggunakan SQL :

GRANT : memberikan wewenang kepada pemakai
Syntax :
GRANT ON TO
Contoh :
GRANT SELECT ON S TO BUDI
GRANT SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI

REVOKE : mencabut  wewenang yang dimiliki oleh pemakai
Syntax :
REVOKE ON FROM
Contoh :
REVOKE SELECT ON S TO BUDI
REVOKE SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI

Priviledge list : READ, INSERT, DROP, DELETE, INEX, ALTERATION, RESOURCE


3. Backup data dan recovery :

Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat ari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.

Jurnaling : proses menyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yang ibuat di database untuk proses recovery yang efektif jika terjai kesalahan.

Isi Jurnal :
  • Record transaksi
1.      Identifikasi dari record
2.      Tipe record jurnal (transaksi start, insert, update, delete, abort, commit)
3.      Item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
4.      Item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
5.      Informasi manajemen jurnal (misal : pointer sebelum dan record jurnal selanjutnya untuk semua transaksi
  • Record ceckpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari kegagalan, kalau sekedar redo, akan sulit penyimpanan sejauh mana jurnal untuk mencarinya kembali, maka untuk membatasi pencarian menggunakan teknik ini.

Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.

3 Jenis Pemulihan :
  1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
  2. Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
  3. Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.

Fasilitas pemulihan pada DBMS :
  1. Mekanisme backup secara periodik
  2. fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
  3. fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
  4. manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan.

Teknik Pemulihan :
  1. defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
  2. Immediate Upadte / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
  3. Shadow Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.


4. Kesatuan data dan Enkripsi :

  • Enkripsi : keamanan data
  • Integritas :metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
  • Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang akurat (time stamping).













Keamanan DARI KEJAHATAN PROGRAM



Taksonomi ancaman perangkat lunak / klasifikasi program jahat (malicious program)

1.      Program-program yang memerlukan program inang (host program). Fragmen program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu program aplikasi, program utilitas atau program sistem. 
2.      Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program sendiri yang dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi. 

Tipe-tipe program jahat :

  1. Bacteria : program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file. Tujuan program ini hanya satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria yang sederhana bisa hanya mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem multiprogramming atau menciptakan dua file baru, masing-masing adalah kopian file program bacteria. Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya. 

  1. Logic bomb : logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak diotorisasi.
·         Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak ketika kondisi-kondisi tertentu dipenuhi.
·         Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb adalah ada atau tudak adanya file-file tertentu, hari tertentu daru minggu atau tanggal, atau pemakai menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb mengubah atau menghapus data atau seluruh file, menyebabkan mesin terhenti, atau mengerjakan perusakan lain. 

  1. Trapdoor : Titik masuk tak terdokumentasi rahasia di satu program untuk memberikan akses tanpa metode-metode otentifikasi normal.
·         Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemogram untuk mencari kesalahan program. Debugging dan testing biasanya dilakukan pemogram saat mengembangkan aplikasi. Untuk program yang mempunyai prosedur otentifikasi atau setup lama atau memerlukan pemakai memasukkan nilai-nilai berbeda untuk menjalankan aplikasi maka debugging akan lama bila harus melewati prosedur-prosedur tersebut. Untuk debug program jenis ini, pengembang membuat kewenangan khusus atau menghilangkan keperluan setup dan otentifikasi.
·         Trapdoor adalah kode yang menerima suatu barisan masukan khusus atau dipicu dengan menjalankan ID pemakai tertentu atau barisan kejahatan tertentu. Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan pemrogram jahat untuk memperoleh pengkasesan tak diotorisasi.
·         Pada kasus nyata, auditor (pemeriks) perangkat lunak dapat menemukan trapdoor pada produk perangkat lunak dimana nama pencipta perangkat lunak berlakuk sebagai password yang memintas proteksi perangkat lunak yang dibuatnya. Adalah sulit mengimplementasikan kendali-kendali perangkat lunak untuk trapdoor. 



  1. Trojan horse : Rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika dijalankan melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan. Eksekusi program menyebabkan eksekusi rutin rahasia ini.
·         Program-program trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi secara tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak dapat melakukannya secara langsung. Contoh, untuk dapat mengakses file-file pemakai lain pada sistem dipakai bersama, pemakai dapat menciptakan program trojan horse.
·         Trojan horse ini ketika program dieksekusi akan mengubah ijin-ijin file sehinga file-file dapat dibaca oleh sembarang pemakai. Pencipta program dapat menyebarkan ke pemakai-pemakai dengan menempatkan program di direktori bersama dan menamai programnya sedemikian rupa sehingga disangka sebagai program utilitas yang berguna.
·         Program trojan horse yang sulit dideteksi adalah kompilator yang dimodifikasi sehingga menyisipkan kode tambahan ke program-program tertentu begitu dikompilasi, seperti program login. Kode menciptakan trapdoor pada program login yang mengijinkan pencipta log ke sistem menggunakan password khusus. Trojan horse jenis ini tak pernah dapat ditemukan jika hanya membaca program sumber. Motivasi lain dari trojan horse adalah penghancuran data. Program muncul sebagai melakukan fungsi-fungsi berguna (seperti kalkulator), tapi juga secara diam-diam menghapus file-file pemakai.
·         Trojan horse biasa ditempelkan pada program-program atau rutin-rutin yang diambil dari BBS, internet, dan sebagainya. 

  1. Virus : Kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih, dengan cara memodifikasi program-program itu.
·         Modifikasi dilakukan dengan memasukkan kopian program virus yang dapat menginfeksi program-program lain. Selain hanya progasi, virus biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan.
·         Di dalam virus komputer, terdapat kode intruksi yang dapat membuat kopian sempurna dirinya. Ketika komputer yang terinfeksi berhubungan (kontak) dengan perangkat lunak yang belum terinfeksi, kopian virus memasuki program baru. Infeksi dapat menyebar dari komputer ke komputer melalui pemakai-pemakai yang menukarkan disk atau mengirim program melalui jaringan. Pada lingkungan jaringan, kemampuan mengakses aplikasi dan layanan-layanan komputer lain merupakan fasilitas sempurna penyebaran virus. 
·         Masalah yang ditimbulkan virus adalah virus sering merusak sistem komputer seperti menghapus file, partisi disk, atau mengacaukan program. 
·         Siklus hidup Virus melalui empat fase (tahap), yaitu : 
Þ     Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur. Virus akan tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu, kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini. 
Þ     Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan kopian dirinya ke program lain atau daerah sistem tertentu di disk. Program yang terinfeksi virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat kembali memasuki fase propagasi. 
Þ     Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk melakukan fungsi tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat disebabkan beragam kejadian sistem termasuk penghitungan jumlah kopian dirinya. 
Þ     Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya, fungsinya mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan dilayar atau merusak seperti merusak program dan file-file data, dan sebagainya. Kebanyakan virus melakukan kerjanya untuk suatu sistem operasi tertentu, lebih spesifik lagi pada platform perangkat keras tertentu. Virus-virus dirancang memanfaatkan rincian-rincian dan kelemahan-kelemahan sistem tertentu. 


·         Klasifikasi tipe virus
    1. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi ketika program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk diinfeksi. 
    2. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang dieksekusi. 
    3. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus. 
    4. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus. 
    5. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. Penulis virus dapat melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru (virus creation toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus baru). Dengan alat bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus yang diciptakan dengan alat bantu biasanya kurang canggih dibanding virus-virus yang dirancang dari awal. 

  1. Worm : Program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba, worm diaktifkan untuk mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya propagasi, worm biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan.
·         Network worm menggunakan hubungan jaringan untuk menyebar dari sistem ke sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat berlaku seperti virus atau bacteria, atau menempelkan program trojan horse atau melakukan sejumlah aksi menjengkelkan atau menghancurkan. 
·         Untuk mereplikasi dirinya, network worm menggunakan suatu layanan jaringan, seperti : Fasilitas surat elektronik (electronic mail facility), yaitu worm mengirimkan kopian dirinya ke sistem-sistem lain. 
·         Kemampuan eksekusi jarak jauh (remote execution capability), yaitu worm mengeksekusi kopian dirinya di sistem lain. 
·         Kemampuan login jarak jauh (remote login capability), yaitu worm log pada sistem jauh sebagai pemakai dan kemudian menggunakan perintah untuk mengkopi dirinya dari satu sistem ke sistem lain. Kopian program worm yang baru kemudian dijalankan di sistem jauh dan melakukan fungsi-fungsi lain yang dilakukan di sistem itu, worm terus menyebar dengan cara yang sama. 
·         Network worm mempunyai ciri-ciri yang sama dengan virus komputer, yaitu mempunyai fase-fase sama, yaitu : Dormant phase, Propagation phase, Trigerring phase, Execution phase. 
·         Network worm juga berusaha menentukan apakah sistem sebelumnya telah diinfeksi sebelum mengirim kopian dirinya ke sistem itu.


Antivirus  
Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Jaringan diijinkan virus masuk ke sistem. Sasaran ini, tak mungkin dilaksanakan sepenuhnya. Pencegahan dapat mereduksi sejumlah serangan virus. Setelah pencegahan terhadap masuknya virus, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan adalah : 
  1. Deteksi. Begitu infeksi telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi virus. 
  2. Identifikasi. Begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program. 
  3. Penghilangan. Begitu virus dapat diidentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan ke semua (sebelum terinfeksi). Jika deteksi virus sukses dilakukan, tapi identifikasi atau penghilangan jejak tidak dapat dilakukan, maka alternatif yang dilakukan adalah menghapus program yang terinfeksi dan kopi kembali backup program yang masih bersih.

Perkembangan program antivirus dapat diperiode menjadi empat generasi, yaitu : 
1.      Generasi pertama :
Sekedar scanner sederhana. Antivirus menscan program untuk menemukan penanda (signature) virus. Walaupun virus mungkin berisi karakter-karakter varian, tapi secara esensi mempunyai struktur dan pola bit yang sama di semua kopiannya. Teknis ini terbatas untuk deteksi virus-virus yang telah dikenal. Tipe lain antivirus generasi pertama adalah mengelola rekaman panjang (ukuran) program dan memeriksa perubahan panjang program. 
2.      Generasi kedua :
Scanner yang pintar (heuristic scanner). Antivirus menscan tidak bergantung pada penanda spesifik. Antivirus menggunakan aturan-aturan pintar (heuristic rules) untuk mencari kemungkinan infeksi virus.Teknik yang dipakai misalnya mencari fragmen- fragmen kode yang sering merupakan bagian virus. Contohnya, antivirus mencari awal loop enkripsi yang digunakan polymorphic virus dan menemukan kunci enkripsi. Begitu kunci ditemukan, antivirus dapat mendeskripsi virus untuk identifikasi dan kemudian menghilangkan infeksi virus. Teknik ini adalah pemeriksanaan integritas. Checksum dapat ditambahkan di tiap program. Jika virus menginfeksi program tanpa mengubah checksum, maka pemeriksaan integritas akan menemukan perubahan itu. Untuk menanggulangi virus canggih yang mampu mengubah checksum saat menginfeksi program, fungsi hash terenkripsi digunakan. Kunci enkripsi disimpan secara terpisah dari program sehingga program tidak dapat menghasilkan kode hash baru dan mengenkripsinya. Dengan menggunakan fungsi hash bukan checksum sederhana maka mencegah virus menyesuaikan program yang menghasilkan kode hash yang sama seperti sebelumnya. 
3.      Generasi ketiga :
Jebakan-jebakan aktivitas (activity trap). Program antivirus merupakan program yang menetap di memori (memory resident program). Program ini mengidentifikasi virus melalui aksi- aksinya bukan dari struktur program yang diinfeksi. Dengan antivirus semacam in tak perlu mengembangkan penanda-penanda dan aturan-aturan pintar untuk beragam virus yang sangat banyak. Dengan cara ini yang diperlukan adalah mengidentifikasi kumpulan instruksi yang berjumlah sedikit yang mengidentifikasi adanya usaha infeksi. Kalau muncul kejadian ini, program antivirus segera mengintervensi. 
4.      Generasi keempat :
Proteksi penuh (full featured protection). Antivirus generasi ini menggunakan beragam teknik antivirus secara bersamaan. Teknik-teknik ini meliputi scanning dan jebakan-jebakan aktivitas. Antivirus juga mempunyai senarai kapabilitas pengaksesan yang membatasi kemampuan virus memasuki sistem dan membatasi kemampuan virus memodifikasi file untuk menginfeksi file. Pertempuran antara penulis virus dan pembuat antivirus masih berlanjut. Walau beragam strategi lebih lengkap telah dibuat untuk menanggulangi virus, penulis virus pun masih berlanjut menulis virus yang dapat melewati barikade-barikade yang dibuat penulis antivirus. Untuk pengaman sistem komputer, sebaiknya pengaksesandan pemakaian komputer diawasi dengan seksama sehingga tidak menjalankan program atau memakai disk yang belum terjamin kebersihannya dari infeksi virus. Pencegahan terbaik terhadap ancaman virus adalah mencegah virus memasuki sistem disaat yang pertama.



BERBAGAI SOLUSI ENKRIPSI MODERN

1.    Data Encryption Standard (DES)
            Standar bagi USA Government
            Didukung ANSI dan IETF
            Populer untuk metode secret key
            Terdiri dari 40 bit, 56 bit dan 3x56 bit (Triple DES)

2.    Advanced Encryption St◊ndard (AES)
            Untuk menggantikan DES (launching akhir 2001)
            Menggunakan variable length block chipper
            Key length : 128 bit, 192 bit, 256 bit
            Dapat diterapkan untuk smart card

3.    Digital Certificate Server (DCS)
            Verifikasi untuk digital signature
            Autentikasi user
            Menggunakan public dan private key
            Contoh : Netscape Certificate Server

4.    IP Security (IPSec)
            Enkripsi public/private key
            Dirancang oleh CISCO System
            Menggunakan DES 40-bit dan authentication
            Built-in pada produk CISCO
            Solusi tepat untuk Virtual Private Network (VPN) dan Remote Network Access

5.    Kerberos
            Solusi untuk user authentication
            Dapat menangani multiple platform/system
            Free charge ( Open Source )
            IBM menyediakan versi komersial : Global Sign On (GSO)

6.    Point to Point Tunneling Protocol(PPTP), Layer Two Tunneling Protocol(L2TP)      
            Dirancang oleh Microsoft
            Authentication berdasarkan PPP ( Point to Point Protocol )
            Enkripsi berdasarkan Algoritm Microsoft ( tidak terbuka )
            Terintegrasi dengan NOS Microsoft ( NT, 2000, XP )

7.    Remote Access Dial-in User Service ( RADIUS )
       Multiple remote access device menggunakan 1 database untuk authentication
       Didukung oleh 3com, CISCO, Ascend
       Tidak menggunakan encryption


8.    RSA Encryption
            Dirancang oleh Rivest, Shamir, Adleman tahun 1977
            Standar de facto dalam enkripsi public/private key
            Mendukung proses authentication
            Multi platform

9.    Secure Hash Algoritm (SHA)
            Dirancang ole National Institute of Standard and Technology(NIST) USA
            Bagian dari standar DSS ( Decision Support System ) USA dan bekerja sama dengan DES untuk digital signature
            SHA-1 menyediakan 160-bit message digest
            Versi : SHA-256, SHA-348, SHA-512 (terintegrasi dengan AES)

10.   MDS
            Dirancang oleh Prof. Robert Rivest (RSA, MIT) tahun 1991
            Menghasilkan 126-bit digest
            Cepat tapi kurang aman

11.   Secure Shell (SSH)
            Digunakan untuk client side authentication antara 2 sistem
            Mendukung UNIX, Windows, OS/2
            Melindungi telnet dan ftp (File Transfer Protocol)

12.   Secure Socket Layer (SSL)
            Dirancang oleh Netscape
            Menyediakan enkripsi RSA pada layes session dari model OSI
            Independe terhadap service yang digunakan
            Melindungi system secure web e-commerce
            Metode public/private key dan dapat melakukan authentication
            Terintegrasi dalam produk browser dan web server Netscape

13.   Security Token
            Aplikasi penyimpanan password dan data user di smart card

14.   Simple Key Management  for Internet Protocol
            Seperti SSL bekerja pada level session model OSI
            Menghasilkan key yang static, mudah bobol




APLIKASI ENKRIPSI

Beberapa aplikasi yang memerlukan enkripsi untuk pengamanan data atau komunikasi diantaranya adalah :

a.     Jasa Telekomunikasi
            Enkripsi untuk mengamankan informasi konfidensial baik berupa suara, data, maupun gambar yang akan dikirimkan ke lawan bicaranya
            Enkripsi pada transfer data untuk keperluan manajemen jaringan dan transfer on-line data billing
            Enkripsi untuk menjaga copyright dan informasi yang diberikan

b.    Militer dan pemerintahan
            Enkripsi diantaranya digunakan dalam pengiriman pesan
            Menyimpan data-data rahasia militer dan kenegaraan dalam media penyimpanannya selalu dalam keadaan terenkripsi

c.     Data Perbankan
            Informasi transfer uang antar bank harus selalu dalam keadaan terenkripsi

d.    Data konfidensial perusahaan
            Rencana strategis, formula-formula produk, database pelanggan / karyawan dan database operasional
            Pusat penyimpanan data perusahaan dapat diakses secara on-line
            Teknik enkripsi juga harus diterapkan untuk data konfidensial untuk melindungi data dari pembacaan maupun perubahan secara tidak sah

e.     Pengamanan electronic mail
            Mengamankan pada saat ditransmisikan maupun dalam media penyimpanan
            Aplikasi enskripsi telah dibuat khusus untuk mengamankan e-mail, diantaranya PEM ( Privacy Enhanced Mail ) dan PGP ( Pretty Good Privacy ), keduanya berbasis DES dan RSA

f.     Kartu Plastik
            Enkripsi pada SIM Card, kartu telepon umum, kartu langganan TV kabel, kartu control akses ruangan dan computer, kartu kredit, kartu ATM, kartu pemeriksaan medis, dll
            Enkripsi teknologi penyimpanan data secara magnetic, optic, maupun chip



PRINSIP DASAR PERANCANGAN SISTEM YANG AMAN

1.    Mencegah hilangnya data
2.    Mencegah masuknya penyusup

LANGKAH-LANGKAH KEAMANAN :
1.  Keamanan  Fisik Komputer :
·         membatasi akses fisik ke mesin :
Akses masuk ke ruangan computer, penguncian komputer secara hardware, keamanan BIOS, keamanan Bootloader
·         back-up data : pemilihan piranti back-up, penjadwalan back-up
·         mendeteksi gangguan fisik pada saat computer akan di- reboot, dan beberapa hal yang perlu diperiksa pada log dengan mencatat kejanggalan yang ada diantaranya adalah :
Log pendek atau tidak lengkap, log yang berisikan waktu yang aneh, log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, catatan pelayanan reboot atau restart, log yang hilang, masukan  atau login dari tempat yang janggal
·         mengontrol akses sumber daya dengan tool seperti system security yang dapat mengunci semua system dari pengaksesan setelah password bios.Tapi masih ada kemungkinan seseorang mengetahui password untuk mengakses system tersebut.
·         Mengunci console dengan menggunakan xlock dan vlock yaitu program kecil untuk mengunci agar seseorang tidak dapat mengganggu atau melihat kerja yang dilakukan dengan mengunci tampilan yang membutuhkan password untuk membukanya. xlock dapat digunakan untuk mengamankan desktop pada saat meninggalkan meja anda, dan vlock berfungsi untuk mengunci beberapa atau semua console teks yang terbuka.

2.   Keamanan lokal
Berkaitan dengan user dan hak-haknya dengan memberikan account kepada orang yang tepat sesuai kebutuhan dan tugas-tugasnya :
·         Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan.
·         Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat seharusnya mereka login.
·         Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi membutuhkan akses.

3. Keamanan Root
·         Jangan sekali-sekali login sebagai root, jika tidak sangat perlu.
·         Jika terpaksa ingin menggunakan root, loginlah sebagai user biasa kemudian gunakan perintah su (substitute user)
·         Jangan sekali-sekali menggunakan seperangkat utilitas, seperti rlogin/rsh/rexec (utilitas r) sebagai root. Semua itu menjadi sasaran banyak serangan, dan sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root.  Jangan membuat file .rhosts untuk root.
·         Jangan pernah menggunakan “.”, yang berarti direktori saat ini dalam penyertaan path. Sebagai tambahan, jangan pernah menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian anda, karena hal ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau menaruh file biner dalam jalur pencarian anda, yang memungkinkan mereka menjadi root ketika anda menjalankan perintah tersebut.
·         Batasi penggunaan konsol untuk login sebagai root
·         Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda dapat mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik!

4.   Keamanan File dan system file
      Seorang administrator system perlu memastikan bahwa file-file pada system tidak terbuka untuk pengeditan oleh pemakai dan grup yang tidak seharusnya melakukan pemeliharaan system.
·         Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.
·         Lakukan setting limit system file.
·         Atur akses dan permission file : read (mampu melihat isi file, dan membaca directori), write (mampu menambah dan mengubah file, menghapus atau memindahkan file dalam sebuah direktori), execute (mampu menjalankan program biner atau script shell, mencari sebuah directory yang dikombinasikan dengan permisi read) bagi user maupun group.
·         Selalu cek program-program yang tidak dikenal

5.   Keamanan Password dan Enkripsi
·         Hati-hati terhadap bruto force attack, seperti “Crack” atau “John the Ripper” sering digunakan untuk menerka password. Usahakan dengan membuat password yang baik.
·         Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.
·         Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.

6.   Keamanan Kernel
      Kernel merupakan otak system operasi yang mengatur pemakai banyak (multiple users) dan proses, mengelola directory system serta melakukan seluruh pengelolaan I/O untuk system tersebut.
·         selalu update kernel system operasi.
·         Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.

7.   Keamanan Jaringan
·         Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.
·         Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data
·         Verifikasi informasi DNS
·         Lindungi network file system
·         Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan eksternal
sumber :http://v-class.gunadarma.ac.id/course/view.php?id=2733

Tidak ada komentar:

Posting Komentar